


Foto ; repro/dok/fb* AhOkNews.Com | IndriMediaNewsGroup ~ Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah ibu-ibu mengusap tangan ke ban bus, kemudian mencium aroma yang menempel di tangan sebelum melakukan perjalanan, viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan warganet.

Aksi yang diunggah melalui akun TikTok @andre.diyansyah itu menjadi perbincangan karena diyakini oleh sebagian orang sebagai cara tradisional untuk mencegah mabuk perjalanan.
Namun, hingga kini belum terdapat bukti ilmiah yang mendukung bahwa metode tersebut efektif mengurangi gejala mabuk perjalanan.
Video tersebut memperlihatkan beberapa calon penumpang bus melakukan kebiasaan yang tidak lazim.

Alih-alih langsung mengonsumsi obat antimabuk atau memilih tempat duduk tertentu, mereka lebih dahulu menyentuhkan tangan ke ban bus, lalu mencium aromanya.
Unggahan itu disertai keterangan, “Katanya biar nggak mabuk wkwkwk,” yang kemudian mengundang ribuan komentar dan dibagikan ulang di berbagai platform media sosial.
Sebagian pengguna media sosial menganggap aksi tersebut sebagai tradisi turun-temurun yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat.
Ada pula yang mengaku pernah melihat kebiasaan serupa ketika bepergian menggunakan bus antarkota maupun bus pariwisata.
Di sisi lain, tidak sedikit warganet yang menganggapnya sekadar mitos tanpa dasar ilmiah, meskipun mengakui video tersebut menghadirkan hiburan dan nostalgia terhadap kebiasaan masyarakat pada masa lalu.
Secara medis, mabuk perjalanan atau motion sickness terjadi karena adanya ketidaksesuaian informasi yang diterima otak dari mata, telinga bagian dalam, dan sistem sensorik tubuh ketika seseorang berada di kendaraan yang bergerak.
Ketika otak menerima sinyal yang saling bertentangan mengenai posisi dan gerakan tubuh, tubuh dapat merespons dengan munculnya rasa mual, pusing, keringat dingin, hingga keinginan untuk muntah.
Para tenaga kesehatan umumnya menyarankan beberapa langkah yang telah dikenal efektif untuk membantu mengurangi risiko mabuk perjalanan.

Di antaranya adalah memilih tempat duduk yang minim guncangan, seperti bagian tengah kendaraan, menjaga pandangan tetap mengarah ke depan atau ke horizon, menghindari membaca dalam kendaraan yang sedang bergerak, tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan sebelum bepergian, menjaga tubuh tetap terhidrasi, serta menggunakan obat antimabuk sesuai petunjuk tenaga kesehatan apabila memang diperlukan.
Hingga saat ini, belum terdapat penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa mencium aroma ban kendaraan mampu mencegah atau mengatasi mabuk perjalanan.
Oleh karena itu, kebiasaan tersebut lebih tepat dipandang sebagai kepercayaan atau tradisi yang berkembang di tengah masyarakat dan bukan sebagai metode yang telah terbukti secara medis.
Fenomena viral ini sekaligus menunjukkan bagaimana media sosial dapat mengangkat kembali berbagai kebiasaan unik yang hidup di masyarakat.

Di berbagai daerah di Indonesia masih terdapat beragam tradisi sederhana yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk terkait persiapan sebelum melakukan perjalanan jauh.
Sebagian tradisi tersebut bertahan karena pengalaman pribadi atau cerita dari generasi sebelumnya, meskipun belum semuanya dapat dijelaskan melalui pendekatan ilmiah.
Para pemerhati kesehatan mengingatkan masyarakat agar tetap bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Setiap tips kesehatan sebaiknya dipastikan terlebih dahulu melalui sumber yang tepercaya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau menggantikan penanganan medis yang telah terbukti manfaatnya.
Di sisi lain, fenomena ini juga memperlihatkan bahwa ruang digital tidak hanya menjadi tempat berbagi informasi, tetapi juga menjadi wadah pelestarian cerita, pengalaman, dan kebiasaan lokal yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Indonesia.
Selama tidak membahayakan keselamatan dan tidak menggantikan penanganan medis yang diperlukan, tradisi semacam ini dapat dipandang sebagai bagian dari warna kehidupan sosial yang menarik untuk dikenali.
Pada akhirnya, cara paling tepat untuk mencegah mabuk perjalanan tetap mengacu pada langkah-langkah yang didukung bukti ilmiah dan anjuran tenaga kesehatan.
Sementara itu, viralnya aksi mencium ban bus menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi dan informasi, masih banyak kebiasaan unik masyarakat yang mampu menghadirkan senyum, membangun rasa kebersamaan, sekaligus mengajak publik untuk lebih bijak dalam membedakan antara tradisi dan fakta ilmiah. | AhOkNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments