


Foto ; dok/sdn24mgr* AhOkNews.Com | IndriMediaNewsGroup ~ SD Negeri 24 Manggar, Kabupaten Belitung Timur, memulai tahapan awal program revitalisasi sekolah dengan menggelar pertemuan yang melibatkan kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan (tendik), komite sekolah, serta tokoh masyarakat pada Jumat (3/7/2026).

Pertemuan tersebut difokuskan pada pembentukan Tim Kegiatan Revitalisasi SD Negeri 24 Manggar, penyampaian visi dan misi sekolah, serta pemaparan sejumlah program prioritas yang akan menjadi arah pengembangan satuan pendidikan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya membangun sinergi seluruh pemangku kepentingan agar proses revitalisasi berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
Selain membentuk tim pelaksana, forum tersebut juga menjadi ruang koordinasi untuk menyamakan persepsi mengenai tujuan revitalisasi, pembagian peran masing-masing unsur, serta komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan belajar.

Kegiatan yang dihadiri unsur internal maupun eksternal sekolah itu menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya dipandang sebagai pembaruan sarana fisik, tetapi juga sebagai momentum memperkuat tata kelola sekolah, meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, serta mempererat kemitraan antara sekolah dan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah menyampaikan visi dan misi yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan berbagai program pengembangan SD Negeri 24 Manggar.
Visi tersebut diarahkan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, berkualitas, dan mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Sejumlah program sekolah juga dipaparkan kepada peserta rapat sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Penyampaian program sejak awal diharapkan dapat membangun kesamaan pemahaman mengenai arah kebijakan sekolah sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan revitalisasi.
Pembentukan Tim Kegiatan Revitalisasi menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut.
Keberadaan tim dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan revitalisasi berjalan sesuai rencana, mulai dari koordinasi, pelaksanaan kegiatan, pengawasan, hingga evaluasi.
Melalui tim tersebut, komunikasi antara sekolah, komite, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta masyarakat diharapkan berlangsung lebih efektif.

Kolaborasi lintas unsur menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program yang menyangkut kepentingan bersama.
Partisipasi komite sekolah dan tokoh masyarakat dalam forum tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
Dalam praktik penyelenggaraan pendidikan, komite sekolah memiliki fungsi strategis sebagai mitra yang memberikan pertimbangan, dukungan, serta pengawasan terhadap berbagai kebijakan yang dijalankan satuan pendidikan.

Sementara itu, tokoh masyarakat berperan memperkuat hubungan antara sekolah dengan lingkungan sosial di sekitarnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan rasa memiliki terhadap sekolah sehingga setiap program yang dijalankan memperoleh dukungan dari berbagai pihak.
Dengan demikian, revitalisasi tidak hanya menghasilkan perubahan pada aspek fisik, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong dalam memajukan pendidikan.
Revitalisasi sekolah pada dasarnya merupakan proses pembaruan yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Di banyak satuan pendidikan, revitalisasi tidak hanya mencakup perbaikan bangunan, tetapi juga penguatan manajemen sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan karakter peserta didik, hingga optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana.
Karena itu, keberhasilan revitalisasi sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite, dan orang tua memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.
Pertemuan yang digelar SD Negeri 24 Manggar juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi internal sekolah.
Penyampaian visi, misi, dan program secara terbuka memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk memahami arah pengembangan sekolah sekaligus menyampaikan masukan yang konstruktif.
Pendekatan partisipatif seperti ini dinilai penting karena mampu membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap setiap program yang akan dijalankan.
Semakin tinggi tingkat partisipasi para pemangku kepentingan, semakin besar pula peluang keberhasilan implementasi program sekolah.
Selain aspek kelembagaan, revitalisasi diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan peserta didik selama mengikuti proses belajar mengajar.
Lingkungan sekolah yang tertata dengan baik akan mendukung terciptanya suasana belajar yang aman, sehat, dan menyenangkan.
Kondisi tersebut memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar siswa maupun kinerja tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Oleh sebab itu, peningkatan kualitas lingkungan sekolah menjadi salah satu investasi penting dalam mendukung mutu pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir atas perhatian, dukungan, dan komitmen yang diberikan terhadap rencana revitalisasi SD Negeri 24 Manggar.
Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi modal utama dalam mewujudkan program yang telah dirancang.
Semangat kebersamaan yang tercermin dalam forum tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan sinergi antarelemen.
Sekolah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat, begitu pula masyarakat memerlukan sekolah yang berkualitas sebagai tempat mencetak generasi penerus.
Ke depan, Tim Kegiatan Revitalisasi diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga setiap tahapan program dapat terlaksana sesuai tujuan yang telah disepakati bersama.
Komunikasi yang terbuka serta koordinasi yang berkesinambungan juga menjadi kunci agar berbagai tantangan dapat diatasi secara kolektif.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan revitalisasi SD Negeri 24 Manggar.
Lebih dari sekadar pembentukan tim, forum tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sekolah melalui kolaborasi, partisipasi, dan semangat gotong royong.
Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana dan mendapat dukungan yang konsisten dari pemerintah, tenaga pendidik, komite, orang tua, serta masyarakat, revitalisasi SD Negeri 24 Manggar diharapkan tidak hanya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Belitung Timur.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya diukur dari kondisi bangunannya, melainkan dari kemampuannya menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan mampu membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan. | AhOkNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments