


YAB Perdana Menteri, Dato’ Seri Anwar Ibrahim mengetuai delegasi Malaysia semasa pertemuan dua hala bersama Presiden Persekutuan Rusia, Vladimir Putin bersama delegasi Rusia semasa Sidang Kemuncak Rusia-ASEAN kali ke-35 di Kazan, Rusia. 17 jun 2026. FATH RIZAL/Pejabat Perdana Menteri.
NO SALES; NO ARCHIVE; RESTRICTED TO EDITORIAL USE ONLY. NOTE TO EDITORS: This handout videos may only be used for editorial reporting purposes for the contemporaneous illustration of events, things or the people in the visual AhOkNews.Com | IndriMediaNewsGroup ~ Perdana Menteri Malaysia menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk membahas penguatan kerja sama strategis kedua negara di berbagai sektor, mulai dari energi, perdagangan, teknologi, hingga keamanan siber.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan diplomatik Malaysia–Rusia sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang diharapkan memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan ketahanan energi kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Malaysia terlebih dahulu menyampaikan salam dari Yang di-Pertuan Agong serta menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan penghormatan yang secara konsisten diberikan Pemerintah Rusia kepada Malaysia.
Menurutnya, hubungan baik yang telah terjalin selama ini menjadi fondasi penting untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan di masa depan.

Salah satu agenda utama pembahasan adalah sektor energi yang dinilai sebagai bidang strategis bagi kedua negara.
Pemerintah Malaysia menyampaikan penghargaan atas komitmen Rusia untuk menjalin kerja sama jangka panjang dalam penyediaan pasokan energi dan minyak.
Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika ekonomi global.
Selain energi, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai peluang memperluas kerja sama pada sektor teknologi masa depan.
Bidang yang menjadi perhatian meliputi pengembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber, pertanian modern, hingga industri farmasi.
Kerja sama di sektor-sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas inovasi, transfer teknologi, serta memperkuat daya saing ekonomi kedua negara.
Pembahasan juga mencakup upaya mempermudah mobilitas masyarakat melalui rencana penghapusan kewajiban visa bagi warga kedua negara.
Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan aktivitas pariwisata, pendidikan, pertukaran budaya, serta memperkuat hubungan antarmasyarakat yang selama ini menjadi salah satu pilar penting diplomasi bilateral.

Di bidang ekonomi, Malaysia dan Rusia turut menjajaki mekanisme untuk memperluas perdagangan dan investasi dengan memanfaatkan mata uang lokal, yakni Ringgit Malaysia dan Rubel Rusia.
Inisiatif tersebut dipandang sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Malaysia juga menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah isu internasional.
Ia memberikan apresiasi terhadap sikap Presiden Vladimir Putin yang dinilai konsisten dalam menyampaikan pandangan terkait perkembangan situasi di Gaza dan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pertukaran pandangan kedua pemimpin mengenai dinamika geopolitik dan stabilitas kawasan.
Pemerintah Malaysia menegaskan akan terus menjalankan berbagai langkah strategis dan proaktif guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Kerja sama internasional dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk menjamin keberlanjutan pasokan energi, meningkatkan stabilitas ekonomi, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa penguatan hubungan Malaysia dan Rusia mencerminkan semakin pentingnya diplomasi ekonomi dalam menghadapi perubahan geopolitik global.
Diversifikasi mitra strategis di bidang energi, teknologi, dan perdagangan dinilai dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi kedua negara untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus meningkatkan peluang investasi.
Bagi masyarakat Malaysia, hasil pertemuan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap ketersediaan energi, pengembangan teknologi, peningkatan investasi, serta terbukanya peluang kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan inovasi.
Sementara bagi dunia usaha, penguatan hubungan bilateral dapat membuka akses pasar baru serta memperluas kemitraan di berbagai sektor produktif.
Pertemuan bilateral tersebut menunjukkan komitmen Malaysia dan Rusia untuk terus memperkuat hubungan yang dibangun atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama.
Melalui kolaborasi di bidang energi, teknologi, perdagangan, dan pengembangan sumber daya manusia, kedua negara berharap mampu menciptakan kerja sama yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas kawasan. | AhOkNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments