


Foto ; repro/dok/btp* AhOkNews.Com | IndriMediaNewsGroup ~ Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya mekanisme checks and balances dalam sistem ketatanegaraan Indonesia saat menghadiri Temu Generasi Muda ke-36 yang diselenggarakan oleh Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI).

Dalam forum tersebut, Ahok menekankan bahwa penguatan demokrasi tidak semata-mata bergantung pada keberadaan oposisi, melainkan pada berjalannya mekanisme saling mengawasi antar-lembaga negara sesuai amanat konstitusi.
Pada kesempatan itu, Ahok menjelaskan bahwa sistem ketatanegaraan Indonesia dirancang agar setiap lembaga negara menjalankan fungsi dan kewenangannya secara seimbang.
Menurutnya, prinsip checks and balances menjadi fondasi penting untuk mencegah pemusatan kekuasaan pada satu pihak sekaligus memastikan penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sesuai koridor konstitusi.

Selain menyampaikan pandangannya mengenai tata kelola negara, ia juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif menjaga demokrasi dan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.
Dalam paparannya, Ahok membedakan antara konsep oposisi dan mekanisme checks and balances.
Ia menilai keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam kehidupan demokrasi.
Oposisi merupakan bagian dari dinamika politik, sedangkan checks and balances merupakan prinsip ketatanegaraan yang mengatur hubungan antarlembaga negara agar saling mengawasi, mengimbangi, dan menjalankan kewenangan sesuai aturan hukum.
Menurut Ahok, demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh kompetisi politik, tetapi juga oleh kuatnya sistem kelembagaan.
Ketika setiap lembaga menjalankan fungsi pengawasan secara efektif, penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung lebih akuntabel dan sesuai dengan prinsip negara hukum.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar oposisi, melainkan mekanisme checks and balances yang memastikan setiap lembaga negara saling mengawasi, mengimbangi, dan menjalankan kewenangannya sesuai konstitusi agar kekuasaan tidak terpusat pada satu pihak,” ujar Ahok dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan tersebut menjadi pokok bahasan utama dalam dialog bersama peserta Temu Generasi Muda ke-36.
Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai peran konstitusi, demokrasi, serta tanggung jawab warga negara dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain membahas sistem ketatanegaraan, Ahok juga mengarahkan perhatian kepada peran strategis generasi muda.
Ia mengajak peserta untuk tidak hanya menjadi pengamat proses demokrasi, tetapi juga mengambil bagian secara aktif melalui sikap kritis, kepatuhan terhadap konstitusi, dan partisipasi dalam kehidupan publik.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
Partisipasi tersebut tidak selalu diwujudkan melalui aktivitas politik praktis, melainkan juga melalui kepedulian terhadap isu publik, literasi hukum, serta penghormatan terhadap nilai-nilai konstitusional.
Konsep checks and balances sendiri merupakan salah satu prinsip penting dalam sistem ketatanegaraan modern.
Prinsip ini bertujuan menciptakan keseimbangan antar-lembaga negara sehingga tidak ada satu institusi yang memiliki kekuasaan tanpa mekanisme pengawasan.
Dengan adanya keseimbangan tersebut, setiap lembaga tetap dapat menjalankan kewenangannya sesuai batas yang ditentukan konstitusi.
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, prinsip tersebut diwujudkan melalui pembagian kewenangan di antara berbagai lembaga negara sesuai ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Setiap lembaga memiliki fungsi masing-masing sekaligus mekanisme untuk saling mengawasi dalam menjalankan tugas konstitusionalnya.
Diskusi mengenai penguatan demokrasi dan konstitusi dinilai relevan bagi generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan nasional.
Pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan, supremasi hukum, serta hak dan kewajiban warga negara menjadi bekal penting untuk mendorong lahirnya partisipasi publik yang bertanggung jawab.
Forum Temu Generasi Muda ke-36 yang diselenggarakan NSI menjadi salah satu wadah dialog antara tokoh publik dan generasi muda mengenai berbagai isu kebangsaan.
Melalui kegiatan seperti ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami persoalan demokrasi dari berbagai sudut pandang sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.
Pada akhir penyampaiannya, Ahok kembali mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan, menghormati konstitusi, dan mengambil peran dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Menurutnya, kualitas demokrasi akan sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui cara-cara yang konstitusional.
Pesan tersebut menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara negara, tetapi juga seluruh warga negara.
Dengan memahami prinsip checks and balances, menjunjung konstitusi, serta berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat demokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. | AhOkNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments